Oct 24

Tips Merekam Video Dengan Kamera DSLR

tips merekam video dengan kamera DSLRKamera digital saat ini mempunyai fungsi tidak hanya mengambil foto. Perangkat fotografi yang canggih ini juga dapat merekam video. Kebanyakan kamera, terutama kamera point and shoot sangat mudah digunakan. Dengan demikian, juga mudah untuk merekam video.

HD DSLR, khususnya, saat ini mampu menangkap video. Versi aslinya tidak benar-benar ditujukan untuk keperluan merekam video, tetapi saat ini, HD telah menjadi fitur standar pada kamera DSLR.

Berikut adalah beberapa tips sederhana tentang cara untuk merekam video menggunakan kamera DSLR. Dan kedepannya anda bisa yakin untuk mengambil video yang berkualitas.

  • Fokus

Meskipun kebanyakan kamera sekarang menggunakan mode auto, tetapi para ahli merekomendasikan menggunakan fokus manual saat merekam video. Karena fokus otomatis dan secara terus menerus sering menghasilkan video yang kurang baik.

Sering-seringlah berlatih menggunakan fokus manualĀ  sehingga anda dapat penyesuaian untuk itu. Langkah yang paling penting adalah mempelajari tentang langkah-langkah dalam menggunakan ring fokus. Cari tahulah ke arah mana cincin berubah, sehingga dapat mengetahui bagaimana untuk Zoom in dan Zoom out subjek anda.

Perlu diingat bahwa tidak semua merek kamera sama. Dalam hal cincin fokus, misalnya, Canon dan Nikon berbeda dalam perputarannya. Memutar ring fokus lensa Canon ke kanan akan mengaburkan fokus, sementara pada kamera Nikon, memutarnya ke kiri akan mendapatkan hasil yang sama.

Juga sangat dianjurkan agar anda berlatih dengan masing-masing lensa. Ini akan memungkinkan anda untuk belajar seberapa jauh anda perlu mengubah cincin fokus untuk mendapatkan hasil terbaik.

  • Panning

Jika anda akan melakukan beberapa panning saat mengambil video, ada tips tentang cara untuk melakukannya dengan tepat. Yang sering terjadi adalah ketika Anda melakukan quick panning, frame bergoyang dan menyebabkan efek blur. Hindari gerakan cepat pada setiap saat, apabila anda memiliki lensa dengan image stabilization, sangat ideal untuk digunakan. Apabila tidak memilikinya, anda dapat menggunakan stabilizer eksternal. Satu-satunya kekurangan stabilizer eksternal adalah harganya yang lumayan mahal :) .

Selamat Mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Sebelum komen, buktikan bahwa anda manusia :)

20 ditambah 10?