Feb 21

Teknik Dasar Pencahayaan dalam Fotografi

Pencahayaan memainkan peran penting dalam fotografi. Hal ini dapat memberikan kesan lebih hidup, menghasilkan efek, termasuk bayangan yang spektakuler atau siluet, atau mungkin memiliki pengaruh negatif yang jelas tidak diinginkan, yaitu menciptakan glare atau pantulan.

Bagian pertama membahas salah satu masalah yang paling mendasar, yaitu perbedaan antara pemotretan dengan Hard light dan soft Light.

Hard light menghasilkan definisi foto yang baik, bayangan gelap dan cenderung bersumber dari sumber cahaya tunggal, yang biasanya berupa sumber yang kecil atau terletak jauh. Sebaliknya, soft light menghasilkan bayangan lembut atau tidak ada bayangan sama sekali. Hal ini dapat dihasilkan dari beberapa sumber cahaya, dengan cahaya yang menyebar menggunakan beberapa jenis penghalang (misalnya diffuser atau bahkan hanya selembar kertas), atau dengan memantulkan cahaya dari permukaan yang berbeda sehingga subjek terkena cahaya dari berbagai sudut.

teknik pencahayaan fotografi

contoh pencahayaan dengan teknik hard light

Dalam kondisi pencahayaan alami, Hard light diproduksi pada saat cuaca cerah ketika ada sedikit awan atau tidak ada sama sekali, dan ketika matahari tinggi – yang umumnya merupakan sesuatu yang harus dihindari, terutama bagi pemula. Pemotretan pada keadaan cuaca lainnya, misalnya saat berawan, kondisi berkabut, atau bahkan di mana ada polusi udara, akan menghasilkan soft light, dimana sinar matahari dipantulkan atau disebarkan oleh partikel di udara (kelembaban, polusi, dll).

Soft Light, di sisi lain dapat dibuat menggunakan:

Reflektor : Gerakan memantulkan cahaya pada dasarnya akan mengubah reflektor menjadi sumber cahaya sekunder. Segala sesuatu dapat digunakan sebagai reflektor, baik dalam ruangan atau di luar ruangan pemotretan. Ini mencakup reflektor profesional atau hanya lembar kertas.

Diffusers : Dalam kondisi pencahayaan alami, awan adalah contoh besar diffusers. Dalam kondisi pencahayaan buatan, bahan semi-transparan yang memantulkan atau melembutkan cahaya dapat dipakai, bahkan jika dalam keadaan mendesak, selembar kain putih tipis dapat digunakan sebagai difusser.

Kedua jenis pencahayaan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Hard Light dapat diterapkan untuk mengambil gambar dengan kontras yang tajam dan menyorot, menekankan bentuk dan tekstur. Hal ini dapat digunakan untuk meningkatkan efek 3D dari suatu gambar dan secara umum  menciptakan efek dramatis. Namun, sulit untuk memotret dengan teknik pencahayaan ini, dan umumnya dianggap tidak cocok untuk berbagai situasi,  terutama ketika memotret orang.

teknik pencahayaan fotografi

contoh pencahayaan dengan teknik soft light | source: parenthood.com

Sebaliknya, soft light menciptakan pencahayaan yang yang lebih baik untuk menggambarkan warna dan bentuk subjek. Pemilihan jenis lampu untuk digunakan, tergantung pada jenis fotografi, subjek, dan efek yang diinginkan, tetapi soft light biasanya merupakan pilihan yang lebih disukai, dan tentu saja merupakan pilihan paling aman untuk pemula :)

Untuk teknik dan jenis pencahayaan dalam fotografi lainnya akan saya jelaskan pada artikel berikutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Sebelum komen, buktikan bahwa anda manusia :)

Lagu Kebangsaan Indonesia