Feb 29

Fotografi Tips: Cara Memotret Untuk Hasil Foto yang Tajam

Salah satu pengalaman yang paling menjengkelkan bagi seorang fotografer adalah ketika pulang ke rumah dari memotret dengan menemukan beberapa  hasil jepretan gambar yang tidak tajam. Untuk membantu memecahkan masalah ini, artikel ini mencakup tujuh hal yang fotografer harus lakukan untuk membuat hasil gambar yang sangat tajam.

 

fotografi tips

sumber: digitalgrafis.com

 

Tripod
Ketika ingin mendapatkan gambar yang tajam, hal pertama adalah dengan tripod. Sebuah tripod menyediakan platform yang stabil yang memegang kamera dengan kaku – secara dramatis meningkatkan ketajaman gambar.

 

Pemberat tripod
Tripod adalah awal yang baik. Namun, tripod bahkan dapat dibuat lebih stabil dengan menggunakan beberapa objek untuk pemberat tripod. Ini menghasilkan gambar yang lebih tajam. Sangat penting bahwa tripod memiliki beberapa jenis mekanisme di bagian bawah tiang pusat yang dirancang untuk menggantung benda untuk menambah bobot ke tripod.

Cara mudah untuk menggunakan fitur ini adalah dengan membawa kantong berbentuk jala kecil dengan peralatan foto Anda. Tas bisa diisi dengan batu, atau bahan lainnya, dan melekat pada tripod. Bahkan jika tripod tidak memiliki mekanisme seperti ini, metode lain dapat digunakan seperti menggantung tas kamera pada tiang tengah tripod.

 

Shutter Release
Hanya karena kamera terpasang pada tripod, tidak berarti bahwa kamera akan stabil. Gerakan sederhana seperti menekan tombol shutter dapat menyebabkan getaran yang akan menyebabkan hilangnya ketajaman. Solusinya sederhana. Gunakanlah sebuah switch remote. Sebuah remote switch adalah perangkat yang melekat pada kamera melalui kabel, atau wireless, dan memungkinkan fotografer untuk menjepret tanpa menyentuh kamera.

 

Mirror lock up
Bahkan jika kamera diatur di atas tripod, tripod yang dibebani, dan remote switch yang digunakan, kualitas gambar masih dapat mengalami degradasi karena getaran dari gerakan camera mirror saat shutter dilepaskan. Getaran ini terutama bermasalah dengan shutter speeds antara sekitar 1/30s dan 1s. Hal ini mudah diatasi dengan mengaktifkan fungsi mirror lockup pada kamera.

Aperture atau bukaan
Bukaan tengah (sekitar f / 8 untuk  kebanyakan lensa) menghasilkan gambar tajam. Diafragma yang lebih besar menghasilkan gambar yang lebih lembut karena berbagai aberasi, sedangkan diafragma yang lebih kecil menghasilkan gambar yang lebih lembut karena difraksi.

 

Shutter Speed
Sementara tripod menghilangkan pergerakan pada kamera, subjek yang sedang difoto dapat bergerak. Dengan demikian, harus menggunakan shutter speed yang cukup tinggi untuk membekukan gerakan subjek. Hal ini mungkin mengharuskan  digunakannya diafragma yang lebih besar untuk mendapatkan eksposur yang tepat.

ISO
Meningkatkan ISO akan memungkinkan untuk menggunakan shutter speed yang lebih tinggi dengan tujuan menghentikan pergerakan subjek.

Dengan menerapkan teknik ini mungkin akan mengantarkan anda pada hasil gambar yang benar-benar tajam, selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Sebelum komen, buktikan bahwa anda manusia :)

Lagu Kebangsaan Indonesia