Mar 05

Depth of Field, Pengertian dan Fungsinya pada Fotografi

Depth of field (DOF) atau jika diterjemahkan adalah ketajaman bidang mungkin sebuah istilah dalam fotografi yang cukup sering Anda dengar, tetapi apa arti sebenarnya, dan bagaimana Anda menggunakannya untuk membuat gambar digital Anda lebih baik?

Istilah Depth of field mengacu pada berapa banyak gambar berada dalam fokus yang tajam. Sebagai contoh, dalam gambar fotografi Anda akan melihat bahwa latar belakang sering tidak fokus dan  tampak lembut, sementara subjeknya sangat jelas dan tajam. Gambar seperti ini memiliki Depth of field atau ketajaman bidang yang pendek. seperti contoh pada gambar dibawah.

 

depth of field pendek

Anda mungkin juga melihat dalam gambar landscape segala sesuatu dalam gambar tersebut sangat tajam dan jelas, semuanya tampak fokus, dari mulai latar depan atau foreground hingga background berupa pegunungan di kejauhan. Gambar seperti ini memiliki Depth of field atau ketajaman bidang yang dalam. Seperti contoh pada gambar dibawah.

 

depth of field dalam

Ada dua hal utama yang mempengaruhi depth of field atau ketajaman bidang:

1) Bukaan (atau F-stop) pengaturan -. Ini mengacu pada seberapa lebar shutter akan terbuka.
2) Panjang fokus lensa atau focal length -. Ini mengacu pada seberapa banyak lensa “zoom in”subjek Anda.

Pertama kita akan melihat pada pengaturan bukaan. Kebanyakan kamera digital memiliki rentang aperture atau bukaan sekitar F2.8 ke F8, dan kisaran ini biasanya di kompresi menjadi sekitar F4.5 ke F8 saat menggunakan zoom penuh. Kisaran bukaan ini agak berbeda dari tiap kamera, tetapi kita akan menggunakan F2.8 ke F8, dengan rentang zoom penuh dari F4.5 ke F8 sebagai contoh.

Pada pengaturan terendah (F2.8), Anda terfokus pada objek yang ingin tajam, tetapi objek di latar belakang akan tampak lebih halus dan di luar fokus. Pada pengaturan tertinggi (F8), mulai dari latar depan hingga objek di kejauhan akan tampak tajam dan fokus atau istilahnya ‘deep depth of field’.

Sekarang panjang fokus atau focal length – kita akan menggunakan kamera digital dengan zoom 4 kali ( focal length 35mm ke 140mm) sebagai contoh. Di ujung jangkauan zoom  35mm (tidak zoom), hampir semua dalam gambar Anda akan muncul dengan fokus. Namun, pada ujung dari rentang 140mm  zoom Anda (zoom penuh), hanya objek yang anda bidik fokus akan tampak tajam atau istilahnya ‘shallow depth of field’.

Bermain-mainlah dengan pengaturan pada kamera Anda untuk melihat hasil ini. Hanya perlu diingat, apapun jenis lensa yang anda gunakan, semakin besar f-stop, semakin kecil aperture atau bukaan, yang menghasilkan depth of field yang lebih besar.

Sebaliknya. Semakin kecil f-stop, semakin besar aperture atau bukaannya, yang menghasilkan depth of field yang pendek. Tidak ada cara yang lebih baik untuk memahami apa yang harus dilakukan selain dengan benar-benar melakukannya.

Selamat Mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Sebelum komen, buktikan bahwa anda manusia :)

Lagu Kebangsaan Indonesia