May 20

Cara Memotret Bunga Untuk Hasil Terbaik

tips cara memotret bungaMemotret bunga adalah jenis fotografi favorit yang banyak disukai orang-orang. Tidak sulit untuk mengambil foto bunga jika anda mendapatkan semua elemen kunci yang tepat. Jika tidak ada tempat di dekat anda, atau tidak memiliki kebun sendiri, maka cobalah tempat pembibitan atau taman. Anda pasti akan menemukan banyak jenis bunga di sana.

Hal pertama yang harus anda perhatikan ketika akan memotret bunga adalah cahaya. Cara terbaik adalah menggunakan cahaya lembut dan di filter untuk foto bunga anda. Mengapa? Karena cahaya yang kuat akan mengurangi detail warna dan kelopak, karena di situlah keindahan bunga berasal. Pastikan bahwa anda memunculkan detail sebanyak mungkin, dan itu tidak akan terjadi kecuali anda memotret dengan cahaya lembut. Berikut adalah beberapa tips-nya:

Cahaya pada saat mendung atau berawan. Cuaca seperti ini bekerja baik untuk memotret bunga, karena memiliki intensitas cahaya yang rendah dan tidak menciptakan bayangan kuat pada hasil gambar. Kondisi mendung atau berawan sangat sempurna untuk mengambil foto bunga karena tidak ada bayangan sama sekali yang dapat mengurangi detail dan kesempurnaan dari foto tsb.

Tips lainnya untuk memotret bunga adalah dengan menggunakan filter polarisasi. Filter Ini menggelapkan segala sesuatu dalam gambar setelah anda menempatkannya pada lensa. Cahaya terlalu terang dapat menyebabkan hilangnya detail pada bunga, karena sangat kecil dan halus. Kamera akan kesulitan untuk memotret detail pada bunga jika ada cahaya terlalu banyak membanjiri kelopak. Gunakan filter ini untuk menggelapkan cahaya dan mengeluarkan detail.

Gunakan tripod. Karena saat memotret pada keadaan mendung atau berawan secara otomatis shutter speed akan menurun. Dengan shutter speed rendah kemungkinan kamera bergoyang sangat tinggi, dan hasilnya adalah gamabar yang tidak fokus.

Jika tidak memiliki tripod, anda masih dapat mendapat hasil foto yang bagus dengan catatan anda harus mengambil posisi dimana anda dapat memegang kamera sekokoh mungkin.

Tips berikutnya untuk selalu diingat adalah fokus yang tajam. Apakah Anda pernah mendengar depth of field? depth of field berarti jarak yang ada dalam fokus. Ketika kita memotret bunga, kita hanya perlu sebagian kecil dari foto yang ada dalam fokus. Hal ini disebut “short depth of field”. Ini berarti kamera tidak “melihat” sangat jauh. Ini berarti bahwa gambar bunga sangat fokus, dan latar belakangnya tidak. Ini adalah efek yang sangat bagus. Dalam close up gambar bunga, kita tidak perlu latar belakang yang fokus.

Ingin foto bunga anda menjadi tajam? Ini adalah dimana f-stop dan bukaan bermain. Saat menggunakan f-stop kecil (nomor tinggi), itu berarti anda memiliki kesempatan lebih besar untuk menciptakan gambar yang lebih tajam. Apakah f-stop itu? F-Stop adalah lubang kecil pada lensa yang memungkinkan cahaya masuk, atau menguranginya. Bila anda memiliki bukaan yang lebih kecil, kamera ini mampu mempertajam pandangannya, tetapi hal utamanya adalah perhatikan saja pencahayaan.

Sudut atau angle yang baik. Hal ini juga dikenal sebagai komposisi fotografi. Hal ini berkaitan dengan di mana anda secara sengaja memposisikan hal yang menarik pada foto. Bila anda menempatkan bunganya dengan baik, itu berarti komposisi fotografi anda menjadi lebih baik. Komposisi terbaik adalah menjaganya agar tidak rumit.

Ketika memperbesar zoom, anda mulai bekerja dengan area yang semakin lebih kecil. Sebuah area yang lebih kecil, memiliki sedikit cahaya. Sedikit cahaya berarti shutter yang lambat atau bukaan yang lebih luas mungkin akan dibutuhkan. Bagaimanapun, semakin dekat yang anda dapatkan, semakin banyak cahaya akan dibutuhkan.

Memotret bunga adalah salah satu tipe terbaik dari fotografi. Setelah anda menerapkan pencahayaan yang baik, komposisi dan metode teknis, anda akan segera menemukan cara memotret bunga sangat cepat dan mudah serta menghasilkan gambar yang bagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Sebelum komen, buktikan bahwa anda manusia :)

Ibukota Indonesia?